Senin, 03 Oktober 2016

Merancang Perjalanan di Fola Barakati



Fola Barakati dalam bahasa Tidore berarti rumah yang diberkati. Meskipun disebut rumah, di sini nama tersebut tidak merujuk pada satu bangunan, melainkan tempat. Terdapat rumah induk sang pemilik, kedai soto, bangunan sekolah TK, galeri, aula, ruang produksi (barang kerajinan) dan tak ketinggalan area parkir untuk tamu yang berkunjung. Pemiliknya sepasang suami istri yang berasal dari daerah yang berbeda. Istri berasal dari Tidore di Maluku Utara, suaminya berasal dari Sumatera Selatan, tepatnya dari Sekayu.



Saya tak henti bersyukur ketika Tuhan mempertemukan saya dengan orang-orang baru lewat cara yang kadang tidak pernah saya duga. 

Bersahabat baik dengan ayuk Annie dan Zen, mempertemukan saya dengan mbak Anita dan mas Gathmir. Di Fola Barakati kami berlima bertemu dan berkumpul. 

Zen, teman jalan waktu ke Derawan

Bersantai di ruang terbuka lantai 2, mbak Anita bercerita bak kawan lama yang sudah lama tak jumpa. Ia mengisahkan banyak hal tentang daerah asalnya Tidore. Tentang sejarah, keindahan alam, budaya, kuliner, dan masyarakatnya yang hanya beragama Islam. 

Matanya berbinar-binar ketika menyebut satu persatu pesona bahari yang dimiliki Tidore. Sesekali ia menunjukkan foto-foto dan video dari ponselnya. Terkadang ia menunjuk peta Tidore dalam bingkai kaca yang saya pegang. Sekali waktu wajahnya sedikit muram ketika ia mengeluh  sesuatu tentang Tidore (yang tidak akan saya ceritakan di sini). 

Angka spesial 38 dan kue kesukaan saya

Dua macam kue asal Sumsel, daerah asal Mas Gathmir, jadi teman kami berbincang. Saya menyebutnya dadar gulung hijau dan ketan serundeng. Ada nama khas dari Sekayu yang disebut oleh Mas Gathmir untuk dua kue tradisional tersebut, tapi saya lupa namanya.

Mbak Anita menyuguhkan es cincau organik buatannya sendiri. Ia menunjuk tanaman cincau yang tumbuh dekat tembok di area parkir, "Es ini saya buat dari daun cincau itu."

Segar dan sehat.

Es cincau organik

Tanaman cincau
Kami berbincang di aula lantai dua. Saya sebut aula karena ruangan semi terbuka yang terdapat di lantai dua itu memang cukup luas untuk menampung hingga 100 orang.

Menurut mbak Anita, ruang di lantai dua disewakan untuk acara-acara seperti ultah, arisan, dan gathering. Bisa juga digunakan untuk acara pelatihan menulis, fotografi, dll. Jika ada yang tertarik tinggal hubungi saja mbak Anita. Di sini, selain sewa tempat, juga bisa sekalian pesan snack dan makanan berat.

Jika sedang tidak disewa, aula ini jadi tempat mbak Anita berkumpul bersama keluarga, tempat menerima tamu, atau tempat mbak Anita mengadakan pelatihan membuat barang kerajinan tangan seperti clay. Beliau ini masternya kerajinan clay lho...

Makan siang bareng

Saya sudah coba Soto Kudus di sini......bikin nagiiiih! Paling suka dengan gorengan otak sapinya *_*

Di aula agak silau untuk melihat gambar di laptop. Kami pun pindah ke ruang galeri yang lebih tertutup dan menggunakan pendingin udara (AC). 

Saya seperti memasuki sebuah toko souvenir yang biasa saya jumpai di mall-mall. Berbagai macam hiasan rumah, aksesoris, dan sovenir terpajang rapi di rak-rak yang tergantung menempel dinding. Tak hanya kerajinan tangan clay, tas-tas wanita berbahan alami dengan aneka model, bikin saya terkagum-kagum. Dan itu semua buatan tangan mbak Anita.

Mbak Anita bilang, ruang galeri juga berfungsi sebagai ruang produksi.

Galeri sekaligus ruang produksi

Ruang galeri
Membicarakan tentang Tidore dalam suasana akrab dan nyaman, membuat waktu tak terasa berjalan begitu cepat. Tapi Alhamdulillah segala ide dan rencana sudah tertampung dan mulai tersusun. Tinggal merealisasikannya satu persatu. Semoga saja lancar dan sesuai harapan.

Perkenalan yang manis dan pertemuan yang menyenangkan dengan salah seorang keluarga raja Tidore :)

Tak sabar menanti perjalanan ke sebuah pulau yang memiliki sejarah luar biasa dan keindahan yang memesona.

Saya lupa satu hari sebelumnya baru saja menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang menguras air mata.

Tuhan selalu punya cara dalam memberi penghiburan.




Kedai Soto Kudus di Fola Barakati


Fola Barakati
Jl. Baru Leuwinanggung No. 38
Cikeas, Jawa Barat.



*semua foto oleh Katerina


7 komentar:

  1. Suka banget dengan suasana di Fola Barakati. Sebuah pertemuan yang sarat manfaat dibalut dengan pembicaraan berkualitas dalam suasana kekeluargaan yang kental luar biasa. Semoga rencana kita membangun kecintaan rakyat akan wisata tanah air melalui keindahan Tidore, yang sempat digodok dalam pertemuan ini, nantinya akan dimudahkan dan dilancarkan

    BalasHapus
  2. Jadi Fola itu artinya rumah yh ? "rumah yang diberkati" wahh semoga berkah yah ;-) Btw enak banget ya suasana nya nyaman dan sederhana namun sangat elegant :-)

    BalasHapus
  3. tempatnya instargram-able banget..

    Budy | Travelling Addict
    Blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  4. Get Well Soon Mabk Rien sayang. InsyaAllah ntar nge trip bareng sehat sehat selalu. Aamiin

    BalasHapus
  5. Tempatnya asyik banget buat kongkow ya Mbak. Semoga rencana-rencana yang telah disusun berjalan lancar Mbak :D

    BalasHapus
  6. Es cincaunya bikin ngiler :p
    Salam untuk mbak Anita dan mbak Annie..

    BalasHapus
  7. deket rumah nih... tinggal ngesot

    BalasHapus