Minggu, 30 Oktober 2016

Hari Osteoporosis Sedunia - Cintai Tulangmu Demi Masa Depanmu


“Data dari WHO menyebutkan jika 68 persen penderita osteoporosis adalah wanita. Di mana satu dari lima wanita dengan usia di atas 45 tahun memiliki resiko terkena penyakit ini. Karena itu, cegah dan lindungi tulang dari osteoporis sejak dini. Konsumsi makanan yang mengandung kalsium, beraktifitas (bergerak), dan manfaatkan sinar matahari pagi untuk kesehatan tulang.”

Pesan kesehatan tersebut disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Dr. Fidiansyah, SPKJ, MPH pada saat memberikan kata sambutan dalam acara Senam Osteoporis di Taman Kota 2 BSD City, Tangerang Selatan, Minggu 30/10/2016.




Acara Senam Osteoporosis ini merupakan puncak peringatan Hari Osteoporosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 Oktober 2016. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Perosi dan Perwasturi (pusat dan Tangsel).

Hadir dalam acara di antaranya Direktur P2PTM Dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Drs. Suharna, MKES, dan Agus Guntur dari Perwatusi.

Dr. Alberta, Dr. Lily, Dr. Fidiansyah, Dr. Suharna

Dr. Alberta jadi MC lho...

Sejak pukul 05.30 WIB, ratusan peserta yang kebanyakan wanita usia lanjut sudah berdatangan ke Taman Kota 2 BSD. Ada yang naik angkot ramai-ramai, naik kendaraan pribadi, dan bahkan ada yang datang dengan dua bus besar. Pukul 06.00 rombongan yang datang makin banyak. Lapangan yang masih berselimut kabut tipis mulai ramai oleh seliweran orang. Mereka berkumpul dekat panggung di tengah lapangan.

“Ibu-ibu dari mana bu?” tanya saya menyapa beberapa ibu berkaos seragam.

“Dari Perwatusi, mbak,”jawab salah seorang.

Perwatusi adalah singkatan dari Perkumpulan Asosiasi Tulang Sehat Indonesia. Nah, ibu-ibu dari Perwatusi itu datang untuk ikut senam osteoporosis. Saya dan teman-teman blogger akan bergabung bersama mereka.



Sambil menunggu peserta senam lainnya yang belum datang, ibu-ibu yang sudah berkumpul di lapangan diajak pemanasan dengan melakukan gerakan badan diiringi musik bermacam jenis. Dari dangdut hingga musik pop daerah. Saya dan kawan-kawan sih ikut saja.

Sebelum acara dimulai, semua peserta dibagi kaos seragam. Nah, setelah pakai seragam, lebih enak lihatnya.

Sementara matahari mulai meninggi dan mulai panas. Saya mulai berkeringat. Mulai merasakan sesuatu yang sudah lama tidak saya rasakan. Ya, terus terang saja, mungkin sudah 6 bulan saya tidak berolah raga pagi. Sudah lama tidak rasakan sinar matahari langsung mengenai badan. Pagi-pagi sibuk siapkan anak sekolah, lalu sibuk dengan aktifitas lainnya di dalam rumah. Akibatnya, jarang terkena matahari. Kulit pucat, badan mudah capek, dan bisa jadi kalau saya begitu terus, tulang saya cepat keropos. hiks.


Waktu ibu-ibu itu ditanya usia, tahu nggak berapa? Ada yang 48 tahun, 58 tahun, dan ada yang lebih dari itu. Sedangkan saya, masih beberapa tahun lagi baru masuk 40. Pagi itu, saya senam bareng mereka. Ibu-ibu lansia itu lincah bukan main mengikuti irama musik pengiring senam. Badan mereka tegap, ototnya berisi, jalannya tegak dan mantap. Saya melihat diri sendiri, sering lesu, membungkuk, dan mudah capek mengeluh pegal-pegal. Terutama bagian punggung.

Senam Osteoporosis diciptakan tahun 1999. Sudah diteliti mempunyai dampak yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang. Karena itu masih digunakan sampai sekarang untuk latihan dan menjaga kebugaran tubuh, juga kekuatan tulang. Tidak hanya baik untuk tulang, tapi juga kesehatan jantung.


Senam osteoporis mesti rajin dilakukan. Minimal 3x seminggu. Gerakannya sebetulnya simpel. Tapi tiap gerakan punya fungsi. Senam dimulai dengan pemanasan, inti, dan pendinginan. Idealnya 50 menit. Tapi kami Cuma 40 menit. 10 menitnya biasanya menggunakan matras. Nah tadi ditiadakan karena keterbatasan waktu dan mungkin juga karena tak bawa matras juga.

Jujur, saya merasa senang sekali tadi pagi bisa ikut senam osteoporosis. Senang karena akhirnya bisa gerak-gerakin badan lagi. Berkeringat. Kena sinar matahari pagi. Ikut gerak sejak awal sampai akhir. Bener-bener hepi. Rame-rame pula. Saking senangnya, saya merasa kurang lho. Tapi ya ga mungkin minta nambah, wong udahan kok.

Seusai acara senam, ada acara kuis berhadiah. Kuisnya berupa pertanyaan yang berhubungan dengan kesehatan tulang dan hari osteoporosis sedunia. Ibu-ibu antusias sekali mengikuti kuisnya. Rebutan ingin jawab. Yang memberikan pertanyaan Dr. Lily, Dr Fidiansyah, dan Dr. Suharna. Yang bisa jawab langsung dapat hadiah parcel buah. Wah, hadiahnya sehat ya.


Pukul 8.00 WIB acara selesai. Tidak lama, tapi manfaatnya terasa sekali buat saya. Selain diingatkan ulang untuk menjalani hidup sehat, terutama menjaga kesehatan tulang, juga jadi tersemangati untuk rutin berolahraga.

Buat semua wanita, termasuk saya sendiri, yuk cintai tulang demi masa depan. Caranya mudah banget, tinggal kita mau atau nggak menjalankannya. Seperti yang disampaikan Dr. Fidiansyah dan Dr. Lily, perbanyak asupan vitamin D dengan cara berjemur sinar matahari pagi secara rutin, berolahraga, meminum susu dengan rutin, dan perbanyak mengkonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan kalsium. Dengan melakukan hal tersebut, insha Allah resiko terkena osteoporosis di masa tua dapat menurun.

Jembatan menuju Taman Kota, area hutan pinus :)

Lapangan Taman Kota 2 BSD City





3 komentar:

  1. baru tau aku kalau ada hari osteoporosis ... selamat hari Osteoporosis untuk semua

    BalasHapus
  2. untuk mencegah osteoporosis sebaiknya kita banyak mengkomsumsi susu dengan protein yang tinggi ......

    BalasHapus
  3. Baru tahu ada senam osteoporosis.
    Kadang-kadang aku senam di tempat duduk untuk hilangkan pegal.
    Lagi pengen ikutan yoga... :)



    BalasHapus