Rabu, 22 Juni 2016

10 Cara Keliru Untuk Berdiet

Sudah diet dengan benar?

Ada bermacam cara yang dipraktikkan masyarakat dunia untuk mendapatkan tubuh langsing ataupun menjaga kesehatannya. Akan tetapi, program diet populer ternyata banyak yang membuat pelakunya gagal mencapai tujuan diet. Bukannya memperoleh tubuh ideal, mereka justru didera penurunan performa kesehatan.

Terkadang, kesadaran akan pentingnya makanan sehat membuat orang terjebak pada pola diet tertentu yang tak pula tepat. Padahal, sejatinya manusia memerlukan makanan bergizi seimbang dari jenis yang beragam untuk mendapatkan nutrisi. Apalagi, memang tak ada satu pun bahan makanan yang sempurna nilai gizinya.

Ada cara sederhana untuk mengecek kualitas program diet. Jika merasa melakukan satu dari 10 kebiasaan berikut ini, maka perbaikilah pola diet yang diterapkan. Pasalnya, jika tetap melakukannya, mungkin saja diet berhasil, tapi bobot akan melonjak ketika berhenti diet.

1. Anti terhadap kalori
Ketika asupan kalori terlalu sedikit, metabolisme akan melambat. Akibatnya, setelah diet selesai, kemampuan tubuh untuk membakar kalori menjadi berkurang. Kalori pun menumpuk.

2. Melewatkan sarapan
Tampaknya, tidak sarapan merupakan cara sederhana memangkas jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Namun, cara ini  justru bisa mendatangkan rasa lapar sepanjang hari. Akibatnya keinginan untuk mengudap menjadi tidak tertahankan. Lantas, pada jam makan siang akan cenderung terpacu untuk mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Sarapan yang tinggi protein dan serat akan menunda rasa lapar lebih lama. Sebuah penelitian bahkan mengungkap, orang yang sarapan lebih mungkin mempertahankan berat badannya.

Diet...dieet...diet sehat :D

3. Makan sedikit, tetapi banyak ngemil
Seberapa cermat kita menghitung kalori yang masuk ke tubuh setiap hari? Kebanyakan orang hanya memperhitungkan kalori makanan saat makan besar dan melewarkan kalori pada camilan.

4. Tidak memakan camilan sama sekali
Ngemil secara bijaksana bisa mengontrol rasa lapar. Mengudap di antara dua waktu makan dapat membantu mengontrol rasa lapar. Secara tak langsung, mengemil pun bisa menurunkan berat badan.

5. Minimnya pemahaman terhadap produk rendah lemak
Perlu diketahui, rendah lemak tidak sama dengan rendah kalori. Ketika disodori makanan rendah lemak, tidak berarti boleh bebas menyantapnya. Cara terbaik untuk mengetahui jumlah lemak, gula, dan kalori suatu produk adalah dengan memerika label kemasannya.

6. Tidak menghitung kalori di minuman
Banyak orang cenderung menghitung kalori makanan saja. Padahal, di secangkir kopi pun bisa terdapat lebih dari 500 kalori. Bahkan, kalori dalam jus buah dan soda juga cukup besar. 

7. Kurang mengonsumsi air putih
Air sangat penting untuk membakar kalori. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, metaolisme akan terhambat. Ini berarti, penurunan berat badan lebih lambat. Mulai sekarang, coba deh menambahkan segelas air setiap kali makan dan mengemil. 

8. Anti minum susu
Lemak pada susu, keju, dan es krim sering 'diharamkan' oleh kebanyakan pelaku diet. Faktanya, sejumlah penelitian menunjukkan tubuh akan membakar lebih banyak lemak ketika mendapat cukup kalsium. Suplemen kalsium tidak memberikan manfaat yang sama sehingga susu dipercaya masih menjadi sumber kalsium yang baik.

Para pelaku diet? :D

9. Mengonsumsi makanan cepat saji
Menurut sebuah studi jangka panjang, berat badan orang-orang yang makan makanan cepat saji bisa naik dari dua kali sepekan sebesar 10 kilogram.

10. Menetapkan tujuan yang tidak realistis
Banyak yang menginginkan penyusutan berat badan hingga 10 kg pada pekan pertama diet. Jangan berkecil hati jika hanya kehilangan 5 kg dalam sepekan. Sebuah tujuan yang realistis sangat penting dalam sukses berdiet.

Nah, itulah 10 pertanda buruk dalam pola diet yang diterapkan. Bagaimana dengan pola dietmu, kawan?


***

Foto ilustrasi adalah foto saya bersama kawan-kawan waktu liburan di Belitung bln Mei 2016 lalu.


16 komentar:

  1. Anti minum susu kayanya harus di lakukan.. udah lama ngga minum susu...

    Yang udah berhasil mengurangi makanan gast food.. dan cemilan...

    Meskipun. Sarapan masih suka bolong bolong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya laki-laki jarang melewatkan sarapan, tapi memang ada juga yang kadang sarapan, kadang enggak. Kalau suami saya malah terlalu rajin sarapannya, tapi nggak suka susu. Berhubung demi diet, dia lakukan. Sukses sih dietnya. Ayo mas Lius diperbaiki dietnya :)

      Hapus
  2. Klo aku bukan menghindari susu, tapi emang gak doyan susu
    Ngakalinnya ya kudu dicampur kue, puding dll biar ada asupan susu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga dengan cara seperti itu mbak. Kalo aku, kalo ga konsumsi langsung dalam bentuk susu (bukan dimasukkan dalam makanan apapun) berasa bukan minum susu hihi

      Hapus
  3. Balasan
    1. Kenapa kayak langsung ga setuju gitu? haha...
      Kurangi tuh mas minum kopinya kalo mau diet yang bener :D

      Hapus
  4. Benar mbak, susu bagus sekali tapi sayang banyak yang menghindari sekarang.


    Trik diet dan puasa saya dengan menyertakaN lebih banyak buah dalam menu makan. Gula dalam buah lebih mudah dicerna dan diserap dengan baik jadi tubuh tetap fit dan fresh meski makanan lain dibatasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak Indri, perbanyak buah dalam menu makan amat bermanfaat buat kesehatan. Kalau saya, camilan pun berupa buah :D

      Btw, susu tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan buah ya katanya. Buah-buahan banyak mengandung asam, tidak baik dikombinasikan dengan susu yang tinggi protein. Asam akan mengikat protein sehingga akan sulit dicerna oleh tubuh.

      Hapus
  5. aku udah mungil, jadi ggpernah diet...

    BalasHapus
  6. masih gagal perbanyak minum air huhhft, padahal itu sangat penting

    anggiputri.com

    BalasHapus
  7. Kalo saya malah dilarang diet sama istri, gara2 berat badan mentok di 60 :D

    BalasHapus
  8. Alhandulillah tanpa diet berat badanku stabil, soalnya jarang minum manis2. Yang masih susah jauh dari goreng2an, apalagi yg di abang2 gitu. Hihi

    BalasHapus
  9. Aku makan banyak, dan banyak ngemil.. hahahaha...

    BalasHapus
  10. Setuju banget. Apalagi soal sarapan. Itu ngaruh banget sebenarnya ke hasil. Makasih sharingnya mbak.
    Salam

    BalasHapus
  11. lah,, aku masih pingin bisa gemuk... :3
    tapi sayangnya konsumsi air putihnya kurang banget :(

    BalasHapus
  12. Menghitung kalori ini yang gak pernah. Bingung ngitungnya.

    BalasHapus