Senin, 04 Januari 2016

Dari Caribou Coffee hingga Eat Republic Pondok Cabe

Berdua Sisi di Caribou Coffee

Pasca launching Caribou Coffee pada tgl. 7/12, tawaran untuk mampir ke kafe tersebut masih saja disampaikan oleh Tari kepadaku. Mungkin karena tidak datang pada saat launching, jadi undangan itu masih berlaku. Sebenarnya tak enak juga sama Tari. Aku diundang pasti karena berbagai pertimbangan. Untuk menghargai Tari, akhirnya undangan itu pun aku terima. Karena tak ingin sendiri, aku ajak teman-teman blogger untuk ikut berkunjung pada 19/12. Tapi ternyata di hari tersebut ada private event,  Caribou ditutup untuk umum. Kami batal ke sana. Baru pada Rabu pagi tgl. 23/12 terlaksana.

Aku janjian sama Tari jam 8. Sepagi itu kukira kafe masih tutup, tapi ternyata sudah buka sejak jam 6.30. Tari bilang dia agak telat, mungkin jam 9 baru sampai karena mesti antar anaknya ke skul dulu. Dari BSD aku berangkat jam 6.30. Suami yang antar sambil berangkat ke tempat kerja. Sampai di kafe jam 8. Jam 9 baru ketemu Tari. Sebelum Tari datang, aku ketemu mbak Sisi. Kami ngobrol santai, berbincang tentang beberapa hal terkait dunia blogger, kopi, sosial media, dan tentunya tentang kehadiran Caribou Coffee untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, yakni Indonesia. Obrolan jadi seru setelah Tari datang. Jam 10 kami menyudahi pertemuan. Ada ide, kerja sama dan inspirasi baru yang aku dapat dari pertemuan dengan mereka. 

Camfire mocha & Mocha with dark chocolate

Mesti dicicip semua nih

Wanita, kopi, dan tawa

Sudah ke Caribou Coffee?

Awalnya, selepas dari Caribou itu aku berencana lanjut ke Kebun Binatang Ragunan dan Citos. Ke Ragunan buat ambil gambar untuk artikel pesanan dari sebuah majalah. Sedangkan ke Citos untuk meet up dengan teman-teman travel blogger genk “PTW”. Janjiannya sih sore, sekitar jam 3. Berhubung pentolan genk ada jadwal check-up, acara kumpul itu pun batal. Otomatis ke Ragunan juga batal. Akhirnya aku pilih pergi ke Senayan, nonton pertandingan Kejurnas Wushu Junior 2015 di tennis indoor.

Tari baik sekali, dia mau mengantar sampai ke lokasi. Di dalam mobil kami ngobrol. Tari tuh ternyata ‘spesialis sosial media’ di tempat dia bekerja. Pernah bekerja di Femina Magazine juga. Tari tahu tentang rubrik Oleh-Oleh Femina yang pernah aku isi. Bahkan Tari pun pernah ikut isi rubrik itu. Oh ya, sepulang dari Caribou, semua makanan yang disajikan untukku dibungkus dan aku disuruh bawa. Lumayan banyak makanannya. Kalo dibawa ke Senayan sudah pasti ada yang nampung hehe.
 
kasian...sendirian di tribun :))) *photo by +yopie franz 

Kejurnas Wushu Junior yang diselenggarakan di tennis indoor Senayan berlangsung mulai tanggal 18-23 Desember 2015 untuk memperebutkan piala Menpora. Tercatat ada 825 peserta dari 17 provinsi yang berpartisipasi. Aku belum pernah nonton pertandingan wushu secara live. Selama ini hanya nonton di TV. Bisa nonton langsung di Senayan, apalagi pertandingannya tingkat nasional, tentu aku suka. Waktu SMU aku pernah ikut ekskul wushu selama 2 bulan. Ya, hanya dua bulan saja. Harusnya terus ikut, tapi aku berhenti. Kapok karena pernah jatoh dan kepeleset sampe berdarah dan memar. Selama ikut ekskul aku hanya pernah nonton pertandingan antar siswa. Itupun bukan untuk merebut gelar juara, tapi sekedar latihan. Itu saja sudah seru. Nah sekarang di Senayan, tentu jauh lebih seru. Soalnya atlitnya lihai-lihai.

Hari itu, Mas Yopie Pangkey +yopie franz juga nonton wushu. Dia ngga cuma nonton, tapi juga motret. Selain Mas Yo (nama panggilan Mas Yopie), ada mas Ito juga, suami dari sodara sepupu Mas Yo yang tinggal di Citayam. Ada juga yang lainnya, tapi aku nggak hafal namanya. Mas Ito bawa atlit dari perguruan Naga Putih. Seorang anaknya juga atlit, tapi hari itu tidak bertanding. Tandingnya sudah pada hari-hari sebelumnya.
 
Jurus Xing i
Kategori Taiji internal style yang lebih meledak-ledak

Olivia Zalianty

melihat mereka jadi pingin anak belajar wushu juga

Kelincahan atlit wushu cilik ini mengundang perhatian

Atlit wushu dari MASS Tebu Ireng Wushu Jawa Timur

Atraksi dari perguruan Inti Bayangan

Atlit wushu dari Lampung

Kerjunas Wushu Junior 2015 berlangsung sejak tgl. 19/12 sampai 23/12. Aku nonton pertandingan di hari terakhir gelaran kejurnas. Kalo Mas Yo sejak tgl. 19/12 sudah nonton. Di hari terakhir (23/12), pertandingan dimulai sejak pagi. Saat aku tiba, pertandingan sudah berlangsung selama 1 jam. Pertandingannya seru. Tapi tribun penonton tidak penuh. Kebanyakan yang nonton rombongan dari atlit yang bertanding. Di dekat tempatku duduk ada rombongan atlit dari Lampung. Karena se-daerah, Mas Yo motret mereka. Wawancara juga. Aku dengar, tahun ini Lampung menyabet 2 juara untuk jurus tangan kosong dan jurus pedang. Terakhir kali mereka juara tahun 2010. Pencapaian atlit Lampung tahun ini cukup baik.

Jam 12 belum ada tanda-tanda pertandingan akan berakhir. Perut mulai lapar. Tak ada yang beranjak mencari makan. Semua tetap duduk di tempat. Syukurnya aku bawa makanan dari Caribou. Ada 4 macam, terdiri dari steak sandwich, lamb kofta, pretzel smoked beeff and brie, serta chicken pesto. Tentu cukup untuk kami makan bertiga. Sayangnya sudah agak keras. Mungkin karena sudah lama dan dingin. Jadi agak sulit digigit. Supaya mudah dikunyah, aku suwir sedikit-sedikit pakai tangan he he

Mengganjal perut

Penampilan para atlit terus berlangsung. Ada yang sendirian, berdua, dan rombongan. Salah satu atlit yang tampil bernama Olivia Zalianty. Kenal kan nama itu? Artis sinetron, adiknya Marcela Zalianty. Putri artis Tetty Liz. Nah, Olivia ini bikin pangling lho. Wajahnya sekarang terlihat tirus, badannya juga kurusan. Dulu liat di TV pipinya chubby, badannya juga gemuk. Sekarang beda banget. Mungkin sejak jadi atlit ya dia jadi begitu. Oh iya, ibunya Olivia juga hadir. Duduk di antara kerumunan penonton. 

Tetty Liz Indriati, ibu Olivia Zalianty
Di antara kerumunan penonton *Photo by +yopie franz 

Jam 2.25 pertandingan usai. Ada jeda sebelum pengumuman juara. Kami turun dari tribun, masuk ke arena pertandingan. Orang-orang berkumpul di sana, menanti penganugerahan gelar. Satu persatu pemenang per kategori diumumkan sampai selesai. Perguruan Naga Putih juga menyabet gelar. Di tengah kerumunan peserta aku sempat duduk dekat para atlit perempuan yang berkerudung. Mereka peserta dari MASS Tebu Ireng Wushu Jawa Timur. Katanya baru ikut tahun ini. Latihan hanya dua bulan. Dikejuaraan ini mereka langsung jadi juara 2 untuk jurus tangan kosong. Keren yah! 

Setelah semuanya usai, aku diajak gabung Mas Yo dkk. Ikut ke kantin, duduk bareng atlit dari perguruan Naga Putih. Di situ jadi kenal Baim, Gilang, Akmal, dan Ifa. Ifa satu-satunya atlit perempuan yang dibawa oleh perguruan Naga Putih. Kami pesan minuman, ngobrol sejenak, lalu pergi ke Eat Republic di Pondok Cabe. Ketemu Yola dan keluarga. 

Makan malam mie aceh sambil nonton live music, menunggu malam.
 
Mie Aceh-nya enak :)

Foto kami ~dari Instagram Yolanda

Menunggu malam

Nonton tribute to Koes Ploes



~Rabu, 23 Desember 2015



*(KS)

12 komentar:

  1. Mie Acehnya bener enak, apalagi makannya sambil dengar tembang2 lawas dari The Koes Plus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Acara makan malam yang mengesankan :)

      Hapus
  2. Seharian acaranya padat merayap ya mba rien.. Penasaran nonton wushu dari dekat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..nggak padat, merayap sih iya.

      Nano-nano rasanya kalau nonton dari dekat. Takjub iya, ngeri iya, senang iya :D

      Hapus
  3. Di sini pakai kata ganti pertama aku ya, lebih personal.
    Wiih pangling liat Olivia sekarang, mau nggak ya jadi istri kelimaku? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan tanya Olivianya, tanya Ivone dulu mau nggak dimadu yang kelima kalinya :p

      Hapus
  4. Itu foto2 yg pas atlit wushu beraksi keren sekali kakaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kakaaaak....tentu akan lebih keren lagi kalau yang sedang loncat terlihat utuh badannya :D

      Hapus
  5. Terimakasih banyak ulasannya mba Katerina. Kapan2 kita ngopi2 lagi yaa =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok siap Tari. Ditunggu kabar dan undangannya lagi :D

      Hapus
  6. Enaknya mie aceh itu cobain langsung di Aceh ya #kode

    Olivia keren emang karir di atletnya, aku suka pas dia difoto sama Jerry Aurum (ada videonya di utube) keren banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul...ayo kapan kita berangkat ke Aceh? :)))

      Oh aku baru tahu kalau Olivia memang atlet. Pantes energic orangnya.

      Hapus